Jatisari Eliminasi Tengkes (Jeliteng): Pelatihan Pembuatan PMT Berbasis Jagung Sebagai Upaya Komprehensif dan Terintegrasi Pencegahan Stunting di Desa Jatisari

  • Ni Putu Desya Chandraka Dewi Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Jember, Indonesia
  • Nizar Arkana Abiyu Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Jember, Indonesia
  • Alifiah Zalika Azharra Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Jember, Indonesia
  • Ilham Fahmi Hadziqi Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Jember, Indonesia
  • Pilar Menara Falah Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Jember, Indonesia
  • Yudha Nurdian Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Jember, Indonesia
  • Ayu Munawaroh Aziz Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Jember, Indonesia
Keywords: Stunting, Pemberian Makanan Tambahan, Edukasi Kesehatan

Abstract

Pendahuluan: Stunting pada balita merupakan isu kesehatan nasional yang mendesak di Indonesia, dengan prevalensi tinggi di Kabupaten Jember, termasuk Desa Jatisari. Program Rumah Desa Sehat Jeliteng (RDS Jeliteng) oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember bertujuan mengurangi stunting melalui peningkatan pengetahuan tentang stunting, perilaku hidup sehat, dan pemberian makanan tambahan berbasis bahan pangan lokal. Metode: Kegiatan meliputi pelatihan dan demonstrasi pembuatan Makanan Tambahan (PMT) berbasis jagung lokal, yang dilakukan melalui sosialisasi, ceramah, dan demonstrasi praktis di Desa Jatisari. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang PMT dan stunting, dengan respons positif terhadap penerapan praktis. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai kelompok masyarakat, dengan hasil yang menunjukkan peningkatan pemahaman, keterampilan dan antusiasme dalam pengolahan PMT berbahan lokal. Kesimpulan: Program RDS Jeliteng terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai gizi dan pencegahan stunting melalui pemanfaatan bahan pangan lokal. Program ini memberikan model yang dapat diterapkan di daerah lain, dengan saran untuk melibatkan lebih banyak kelompok masyarakat dan melakukan evaluasi berkala untuk keberlanjutan dan dampak jangka panjang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggraini, Y., & Zalukhu, A. R. F. (2024). GAMBARAN PENGETAHUAN IBU SETELAH DIBERIKAN EDUKASI TENTANG PMT BERBASIS KEARIFAN LOKAL. Menara Medika, 6(2), 287–292. https://doi.org/10.31869/mm.v6i2.5272

APDI JEMBER. (2023, Juni). Camat Jenggawah beri arahan, TPP maksimal dampingi program pencegahan stunting di desa. Diambil 8 Agustus 2024, dari APDI Jember website: https://apdijember.id/index.php/2023/06/02/camat-jenggawah-optimis-pencegahan-stunting-di-desa-teratasi-berkat-tenaga-pendamping-profesional/

Apriningtyas, V. N., & Kristini, T. D. (2019). Faktor Prenatal yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Anak Usia 6-24 Bulan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(2), 13. https://doi.org/10.26714/jkmi.14.2.2019.13-17

Dharmayani, N. K. T., Putra, E. J., Syundari, N. S., Nurmayana, B., Agustina, I., Indrianingsih, N. I. M. G., … Saputra, R. A. (2022). Pencegahan Stunting Melalui Kegiatan Sosialisasi Hidup Sehat dan Makanan Bergizi di Desa Tirtanadi Kecamatan Labuhan Haji. Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia, 1(2). https://doi.org/10.29303/jpimi.v1i2.1482

Irawan, A. D. (2022). GAMBARAN ANALISIS PEMBANGUNAN KESEHATAN DI INDONESIA PADA MASA PANDEMI COVID-19. Jurnal Kesehatan Tambusai, 3(3), 369–373. https://doi.org/10.31004/jkt.v3i3.6103

Kemdikbudristek. (2024). PPK | Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan. Diambil 6 Agustus 2024, dari https://php2d.kemdikbud.go.id/

Kemenkes RI. (2023a). Survei Kesehatan Indonesia. Jakarta.

Kemenkes RI. (2023b, Januari 25). Prevalensi Stunting di Indonesia Turun ke 21,6% dari 24,4% . Diambil 6 Agustus 2024, dari Sehat Negeriku website: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230125/3142280/prevalensi-stunting-di-indonesia-turun-ke-216-dari-244/#:~:text=Kalau%20mau%20mengejar%20penurunan%20stunting,di%20angka%20kurang%20dari%2020%25.

Kemenkes RI. (2023c, Mei 22). Juknis Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal untuk Balita dan Ibu Hamil. Diambil 8 Agustus 2024, dari https://ayosehat.kemkes.go.id/juknis-pemberian-makanan-tambahan-pmt-berbahan-pangan-lokal-untuk-balita-dan-ibu-hamil

Muharram, I., Faradillah, A., Helvian, F. A., Sari, J. I., & Sabri, Muh. S. (2021). PENGARUH EDUKASI MP-ASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, 20(2), 76–90. https://doi.org/10.30743/ibnusina.v20i2.109

Suarni, S., & Yasin, M. N. (2015). Jagung sebagai Sumber Pangan Fungsional. Diambil dari https://api.semanticscholar.org/CorpusID:164577328

Syukur, A., Natalia Besi, D. I., Lolon, A. W. B., Pareira, M. I. R., Klau, E. R., Sogen, Y. K., & Selly, F. K. (2023). Pengenalan Jagung Solor Sebagai Upaya Pencegahan Stunting. Kelimutu Journal of Community Service, 3(2), 1–6. https://doi.org/10.35508/kjcs.v3i2.12279

WHO. (2015). Stunting in a nutshell. Diambil 6 Agustus 2024, dari https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell

Published
2024-09-01
How to Cite
Dewi, N. P. D. C., Abiyu, N. A., Azharra, A. Z., Hadziqi, I. F., Falah, P. M., Nurdian, Y., & Aziz, A. M. (2024). Jatisari Eliminasi Tengkes (Jeliteng): Pelatihan Pembuatan PMT Berbasis Jagung Sebagai Upaya Komprehensif dan Terintegrasi Pencegahan Stunting di Desa Jatisari. Jurnal Abdimas Indonesia, 4(3), 734-742. https://doi.org/10.53769/jai.v4i3.842