Pelatihan Ecoprint Menggunakan Ekstrak Warna Tanaman Sekitar
Abstract
Ecoprint merupakan teknik membatik dengan menggunakan ekstrak zat warna tanaman sehinga ramah lingkungan. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengembangkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman sekitar untuk menghasilkan produk tekstil yang estetis dan berkelanjutan. Peserta pelatihan adalah kelompok ibu-ibu PKK desa Sei mencirim, Kecamatan Kutalimbaru Deli Serdang Sumatera Utara. Peserta pelatihan diperkenalkan pada berbagai jenis tanaman yang dapat digunakan, teknik ekstraksi pigmen, dan proses penerapan ecoprint pada kain. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pemanfaatan ekstrak tanaman lokal tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pewarna kimia, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi dan estetika produk tekstil. Selain itu, kegiatan ini juga berpotensi untuk mendukung pelestarian lingkungan dan budaya lokal.
Downloads
References
Ariyanti, N. S., Hayati, N. S., & Hadisunarso. (2023). Potensi Daun dari Enam Jenis Tumbuhan sebagai Pewarna Alami untuk Tekstil. Jurnal Sumberdaya Hayati, 8(2), 65–74. https://doi.org/10.29244/jsdh.8.2.65-74
Hasidah, Mukarlina, & Rousdy, D. W. (2017). Kandungan Pigmen Klorofil, Karotenoid dan Antosianin Daun Caladium. Protobiont, 6(2), 29–37.
Hikmah, A. R., Retnasari, D., & Indonesia, D. (2020). Ecoprint Sebagai Alternatif Peluang Usaha Fashion Yang Ramah Lingkungan. Universitas Negeri Yogyakarta.
Inggrid, M., Sima, A., & Hartanto, Y. (2020). Studi Awal Pemanfaatan Ekstrak Kelopak Bunga Rosella sebagai Pewarna Kain. Jurnal Integrasi Proses, 9(1), 25. https://doi.org/10.36055/jip.v9i1.8087
Karmana, I. W. (2023). Artikel Review : Bioaktivitas Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Beserta Pemanfaatannya. Educatoria : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 3(3), 208–216. https://doi.org/10.36312/educatoria.v3i3.200
Kurniawati, A., & Alauhdin, M. (2020). Ekstraksi Dan Analisis Zat Warna Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garciana Mangostana L.) Serta Aplikasinya Sebagai Indikator Asam-Basa. Indonesian Journal of Chemical Science, 9(1), 56–62.
Masrullita, M., Savira, N. Y., Nurlaila, R., & Hakim, L. (2021). Pembuatan Zat Warna Alami Dari Biji Kesumba (Bixa Orellana) Untuk Mendukung Industri Batik Di Indonesia. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 8(1), 33. https://doi.org/10.29103/jtku.v10i1.4174
Pujilestari, T. (2016). Review: Sumber dan Pemanfaatan Zat Warna Alam untuk Keperluan Industri. Dinamika Kerajinan Dan Batik: Majalah Ilmiah, 32(2), 93. https://doi.org/10.22322/dkb.v32i2.1365
Rizqiani, N., & A.R, H. (2022). Pengaruh Waktu Maserasi dan Jenis Bahan Zat Warna Terhadap Pewarnaan Kain. Journal of Social Research, 1(6), 578–585. https://doi.org/10.55324/josr.v1i6.119
Silahturahmi, Wiraningtyas, A., & Ruslan. (2021). EKSTRAKSI ZAT WARNA DARI DAUN JATI MUDA (Tectona grandis Linn. F.). Jurnal Pendidikan Kimia Dan Ilmu Kimia, 4(01), 1–9.
Suryani, T., AS, A. R. D., Prasetyo, A. D., & Dkk. (2020). Kualitas Warna Alami Batik dari Daun dan Kulit Buah Beberapa Tanaman dengan Variasi Lama Perendaman. Seminar Nasional Pendidikan Biologi Dan Saintek (SNPBS) Ke-V, (1980), 573–579.
Wirawan, B., & Alvin, M. (2019). Teknik Pewarnaan Alam Eco Print Daun Ubi Dengan Penggunaan Fiksator Kapur, Tawas dan Tunjung. 17(1), 1–5.

