Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi dan Pelatihan Pengolahan Kotoran Kambing Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) Untuk Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan di Desa Wirotaman
Abstract
Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertanian dan peternakan, khususnya peternakan kambing yang banyak dilakukan oleh rumah tangga masyarakat. Tingginya populasi kambing menghasilkan limbah kotoran ternak yang selama ini sebagian besar masih dimanfaatkan secara konvensional dan belum melalui proses pengolahan yang optimal. Penggunaan kotoran kambing secara langsung berpotensi menimbulkan permasalahan agronomis, seperti tingginya kandungan bahan organik yang belum terdekomposisi, persaingan mikroorganisme terhadap nitrogen, serta potensi keberadaan patogen dan biji gulma. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Wirotaman dalam mengolah kotoran kambing menjadi pupuk organik cair (POC) serta mendorong pemanfaatan limbah peternakan sebagai input pertanian dalam penerapan sistem pertanian terpadu (integrated farming system). Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan POC menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengolahan kotoran kambing melalui proses fermentasi memberikan alternatif pemanfaatan limbah ternak yang lebih efektif dan bernilai guna bagi kegiatan pertanian. Kegiatan ini juga mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya proses pengolahan dan fermentasi sebelum limbah ternak diaplikasikan pada tanaman. Pemanfaatan POC diharapkan dapat membantu mengurangi penumpukan limbah peternakan, meningkatkan efisiensi penggunaan input pertanian, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta menciptakan sistem usaha tani yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kata kunci: kotoran kambing, pupuk organik cair, pertanian berkelanjutan
Downloads
References
Indraloka, A. B., Hilal, M. I., & Junaedi, A. S. (2025). Quality Nutrient Identification in Liquid Organic Fertilizer (Goat Urine and Banana Stumps) and Its Application on Growth of Chili (Capsicum frutescens). International Journal of Science and Environment (IJSE). https://doi.org/10.51601/ijse.v5i1.122
Mathie, A., & Cunningham, G. (2003). From clients to citizens: Asset-based Community Development as a strategy for community-driven development. Development in Practice, 13, 474–486. https://doi.org/10.1080/0961452032000125857
Nengsi, S. W. (2025). Integration of Farming-Livestock Systems in Sustainable Agrocomplex Development in Indonesia. Journal of Agro Complex Development Society. https://doi.org/10.62012/agrocomplex.v2i1.12
Priyadi, D., Toni, S., & Istanti, A. (2023). Utilization of Different Concentration Sugarcane Molasses to the Quality of Goat Feces-Chicken Excreta-Coconut Husk Organic Liquid Fertilizer. Buletin Peternakan. https://doi.org/10.21059/buletinpeternak.v47i1.80378
Tugiyanti, E., Hartini, S., Oktasari, S. K., Sari, A. M., Utami, W. W., Azhari, F. V., & Zulfa, N. S. (2025). Optimization of Livestock Waste Through the Production of Liquid Organic Fertilizer from Animal Feces as an Ecological Step in Kalikuning Village. Unram Journal of Community Service. https://doi.org/10.29303/ujcs.v6i4.1203

