Meningkatkan Branding Daerah Bebas Sampah Melalui Pemberdayaan Masyarakat Dengan Inovasi dan Edukasi Pengelolaan Sampah di Kelurahan Labuh Baru Barat
Abstract
Kebersihan lingkungan masih menjadi isu penting di Kelurahan Labuh Baru Barat, Kota Pekanbaru. Hal ini terjadi terutama karena masih banyak masyarakat yang tidak tahu cara mengelola sampah. Kondisi ini berdampak pada kualitas lingkungan dan persepsi wilayah, sehingga diperlukan upaya yang strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperkuat reputasi kelurahan sebagai tempat yang bersih dan ramah lingkungan. Tujuan artikel ini adalah untuk meningkatkan citra Kelurahan Labuh Baru Barat melalui pendekatan pemberdayaan dan edukasi masyarakat yang melibatkan masyarakat setempat secara aktif untuk menumbuhkan rasa memiliki dan komitmen terhadap kebersihan lingkungan. Metode yang digunakan ialah pendidikan dan inovasi berbasis masyarakat dengan menggabungkan pembelajaran dan praktik langsung yang berpusat pada potensi lokal. Fokus utamanya ialah memberikan edukasi yang mudah dipahami dan menerapkan inovasi dalam pengelolaan sampah, seperti membuat ecoenzyme dari sampah organik kepada ibu-ibu PKK dan ecobrick dari sampah anorganik serta peletakan palang informasi lamanya sampah terurai di SD 159. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa warga menjadi lebih memahami dan tahu bagaimana cara mengelola sampah, terbentuknya komunitas yang peduli dengan kebersihan, dan membangun citra Kelurahan Labuh Baru Barat yang lebih bersih, kreatif, dan ramah lingkungan. Program ini membentuk dasar bagi rencana branding daerah yang berfokus pada partisipasi masyarakat yang berkelanjutan, yang dapat diterapkan di daerah lain.
Downloads
References
Adhara Qana Fadhila, T. M. (2024). Kampanye Peduli Sampah Plastik Melalui Desain Komunikasi Visual. CITRAWIRA : Journal of Advertising and Visual Communication, 75-94.
BPS. (2025). Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan (Jiwa), 2024. Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru.
Fadhila Qana, A. T. (2024). Kampanye Peduli Sampah Plastik Melalui Desain Komunikasi Visual. CITRAWIRA : Journal of Advertising and Visual Communication, 75-94.
Fitria, T. N. (2021). From Trash to Cash: Penguatan Peran Ibu PKK dalam Pengelolaan SampahBerbasis Bank Sampah RT untuk Menunjang Ekonomi Rumah Tangga. 7-16.
Hayati, K. K. (2022). Kinerja Pengelolaan Sampah di Kota Pekanbaru. Jurnal Kelitbangan, 81-94.
Melani, N. A. (2024). Setiap Tahun, TPA Muara Fajar Pekanbaru Tampung 700 Ton Sampah. GoRiau.com.
Nana Yumna, F. A. (2022). Pendidikan Lingkungan Hidup untuk Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan, 1-11.
Nisaa, F., & Yesicha, C. (2025). Penguatan Literasi Beasiswa LPDP melalui Ekosistem Kolaboratif: Model Inisiatif dari Mata Garuda Riau 4.0 bagi Pejuang Beasiswa. Sinergi Komunikasi, 2(1).
Rahman, S. F. (2025). Membangun kesadaran lingkungan sejak dini: Strategi P5 dalam pembelajaran pengelolan sampah bagi siswa SD. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 522-532.
Suryani, Y. (2024). Pembangunan Dan Pemasaran Wajah Kota (City Appearance Branding) Dalam Meningkatkan Branding Kota Ambon. Action Research Literate, 1-9.
Syahrullah, M. (2023). Strategi Branding Sebagai Upaya Optimalisasi Pengumpulan Wakaf. Jurnal Islamika, 1-13.
Weni Aseotionova Permatasari, S. H. (2017). Peran Serta Ibu-Ibu PKK Dalam Pengelolaan Sampah Anorganik di Kelurahan Kebun Bunga Kota Palembang. Seminar Nasional Kependudukan & Kebijakan Publik, 100-112.
Weni Permatasari, S. H. (2017). Peran Serta Ibu-Ibu PKK Dalam Pengelolaan Sampah Anorganik di Kelurahan Kebun Bunga Kota Palembang. Seminar Nasional Kependudukan & Kebijakan Publik, 100-112.
Yumna, F. A. (2022). Pendidikan Lingkungan Hidup untuk Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan, 1-11.

