Pengenalan Produk Jamu Obat Herbal Terstandar Fitofarmaka di Apotek Sari Mutiara Kepada Masyarakat

  • Raisa Fitri Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Indonesia
  • Andre Prayoga Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Indonesia
  • Raisa Fitri Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Indonesia
  • Regina Patricia Panjaitan Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Indonesia
  • Syelin Lam Ulina Situmorang Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Indonesia
  • Indah Cahyani Ndraha Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Indonesia
  • Eva Diansari Marbun Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Indonesia
Keywords: jamu, OHT, Fitofarmaka, apotek, masyarakat

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat dalam bentuk jamu, obat herbal terstandar (OHT), dan fitofarmaka telah menjadi bagian dari budaya dan tradisi masyarakat Indonesia sejak lama. Dalam perkembangan industri farmasi modern, ketiga bentuk sediaan ini dikategorikan secara berbeda berdasarkan tingkat pembuktian ilmiahnya. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perbedaan mendasar antara jamu, obat herbal terstandar (OHT), dan fitofarmaka, khususnya terkait aspek efektifitas,keamanan,dan legalitas produk herbal yang beredar di Indonesia. Kegiatan dilakukan dengan metode edukatif-partisipatif seperti presentasi materi, pembagian leaflet, Pre-test dan post-test untuk membandingkan pengetahuan audiens sebelum dan sesudah penyampaian materi,Hasil pengabdian ini  baik hal ini diibuktikan  peningkatan signifikan pengetahuan audiens terhadap klasifikasi, manfaat,keamanan, pengujian pada Jamu, OHT,dan Fitofarmaka  setelah melakukan pre-test dan post-test.Diharapkan setelah dilakukan pengabdian ini produk Jamu,OHT, dan Fitofarmaka  semakin banyak dikenal luas oleh masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifin, H., & Wahyuni, S. (2022). Evaluasi Program Edukasi Kesehatan Menggunakan Pre-Test dan Post-Test Sebagai Alat Ukur. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 10(1), 44–50.Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. (2019). Pedoman Pengawasan Obat Tradisional. Jakarta: BPOM.
Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2021). Pedoman Pengembangan Obat Tradisional: Jamu, OHT, dan Fitofarmaka. Jakarta: BPOMKementerian Kesehatan RI. (2020). Kebijakan dan Strategi Pengembangan Obat Tradisional Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Juknis Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris di Fasyankes. Jakarta: Kemenkes.
Laila, F., & Pratama, A. W. (2021). Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Masyarakat tentang Obat Herbal. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 2(1), 45–52.
Lestari, F. D., & Pratiwi, N. L. (2021). Perencanaan dan Pelaksanaan Edukasi Kesehatan di Tempat Pelayanan Kefarmasian. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kesehatan, 3(2), 112–118.
Nugroho, L. H., & Yuliani, S. (2022). Perbedaan Jamu, OHT, dan Fitofarmaka dalam Pelayanan Kesehatan. Jurnal Farmasi Indonesia, 12(2), 87–95.
Puspitasari, I. M., Rachmawati, F., & Wardani, T. (2023). Efektivitas Edukasi Herbal oleh Tenaga Kefarmasian. Jurnal Ilmu Kefarmasian, 9(1), 22–30
Rahayu, R., & Prasetyo, B. (2019). Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Masyarakat Mengenai Obat Herbal. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 13(2), 154–161.
Safitri, D., & Prasetya, R. (2021). Pemanfaatan Produk Herbal di Apotek dan Edukasi
Published
2025-08-03
How to Cite
Fitri, R., Prayoga, A., Fitri, R., Panjaitan, R. P., Situmorang, S. L. U., Ndraha, I. C., & Marbun, E. D. (2025). Pengenalan Produk Jamu Obat Herbal Terstandar Fitofarmaka di Apotek Sari Mutiara Kepada Masyarakat. Jurnal Abdimas Indonesia, 5(3), 1353-1358. https://doi.org/10.34697/jai.v5i3.1853
Section
Articles