Pemilihan Bahan dan Bentuk Kemasan untuk Produk Rumahan di LPKA II Bandung

  • Anisa Amalia Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
  • Fith Khaira Nursal
  • Nining Nining
Keywords: Edukasi, Workshop, Kemasan, Label, Sabun cair

Abstract

Pemilihan kemasan merupakan salah satu pengembangan produk yang dapat dilakukan untuk dapat meningkatkan harga jual dari suatu produk dan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mempertahankan mutu, keamanan dan khasiat dari suatu produk selama masa penyimpanan dan penggunaan. Edukasi mengenai pemilihan kemasan merupakan salah satu program pembinaan lanjutan yang dilaksanakan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) II Bandung. Pada kegiatan ini peserta terdiri atas 18 anak didik lapas (andikpas) yang berusia dibawah 18 tahun. Selain materi mengenai pemilihan kemasan, peserta juga diberikan workshop berupa cara pembuatan sabun cair sari nanas dan pembuatan label kemasan produk kosmetik. Pencapaian target luaran dinilai dengan membandingkan rata-rata nilai pretest dan posttest yang diperoleh oleh peserta. Hasil yang diperoleh menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata nilai posttest bila dibandingkan nilai pretest, namun tidak terdapat perbedaan bermakna (sig 2-tailed > 0,0005) yang menunjukkan tidak ada pengaruh pemberian materi dan workshop pada anak didik LPKA II Bandung.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggraini, D., Sri Rahmides, W., & Malik, M. (2012). Formulasi Sabun Cair dari ekstrak Batang Nanas (Ananas cosmosus. L) untuk Mengatasi Jamur Candida albicans. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 1(1), 30–33.

Anonim. (2007). Pelatihan kemasan. Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah Departemen Perindustrian.

Arantika Putri, R. M., Yuanita, T., & Roelianto, M. (2016). Daya Anti Bakteri Ekstrak Kulit Nanas (Ananas comosus) terhadap Pertumbuhan Bakteri Enterococcus faecalis. Conservative Dentistry Journal, 6(2), 61. https://doi.org/10.20473/cdj.v6i2.2016.61-65

BPOM. (2019). Peraturan badan pengawas obat dan makanan republik indonesia tentang pegawasan suplemen kesehatan, BPOM NO 16 TAHUN 2019. 21–23.

BSN. (2016). Standar Mutu Sabun Padat SNI 3532:2016. Badan Standarisasi Nasional, 1–2.

J.Sinko, P., & N.Martin, A. (2006). Martins Physical pharmacy and pharmaceutical sciences. In Lippincott williams & Wilkins,wolter kluwer.

Nf Mufreni, A. (2016). Pengaruh Desain Produk, Bentuk Kemasan Dan Bahan Kemasan Terhadap Minat Beli Konsumen (Studi Kasus Teh Hijau Serbuk Tocha). Jurnal Ekonomi Manajemen, 2(2), 48–54. http://jurnal.unsil.ac.id/index.php/jem

Nining, N., & Yeni, Y. (2021). Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi sebagai Tambahan Keterampilan Andikpas di LPKA Kelas II Bandung. E-Dimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 12(1), 142–146. https://doi.org/10.26877/e-dimas.v12i1.3393

Oktami, E., Lestari, F., & Aprilia, H. (2021). Studi Literatur Uji Stabilitas Sediaan Farmasi Bahan Alam. Prosiding Farmasi, 7(1), 73.

Published
2022-02-05
How to Cite
Amalia, A., Nursal, F. K., & Nining, N. (2022). Pemilihan Bahan dan Bentuk Kemasan untuk Produk Rumahan di LPKA II Bandung. Jurnal Abdimas Indonesia, 2(1), 29-36. https://doi.org/10.53769/jai.v2i1.173