PENERAPAN TEKNOLOGI ENERGI TERBARUKAN MELALUI MODEL SCIENCE TECHNO PARK DI DESA KIAMA KEPULAUAN TALAUD

  • Meita Rumbayan Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia
  • Sherwin Sompie Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia
  • Rilya Rumbayan Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Manado, Indonesia
Keywords: Teknologi Tepat Guna, Energi Terbarukan, Science Techno Park, Kepulauan Talaud

Abstract

Latar belakang program pengabdian masyarakat ini sebagai hilirisasi hasil riset berbasis teknologi energi terbarukan untuk masyarakat pesisir dan pulau perbatasan yang mengalami masalah krisis energi listrik di desa Kiama Kabupaten Kepulauan Talaud. Metode pengabdian masyarakat ini adalah (1) Penerapan teknologi tepat guna berbasis energi terbarukan melalui model Science Techno Park sebagai sarana diseminasi bagi masyarakat mitra; (2) Diseminasi teknologi tepat guna berbasis energi terbarukan berupa energi matahari, energi angin dan energi biomass (3) Pendampingan dan pelatihan teknologi tepat guna yang diterapkan bagi masyarakat di desa mitra. Hasilnya, melalui transfer teknologi dalam kegiatan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) adalah penerapan teknologi energi terbarukan yang terintegrasi di lokasi science techno park skala kecil dan tersebar di beberapa lokasi fasilitas umum sebagai contoh TTG yang terdiri dari 4 unit pembangkit listrik tenaga surya off-grid, 2 unit contoh pembangkit listrik tenaga angin skala kecil, dan 1 unit pembangkit listrik tenaga biogas skala rumah tangga. Melalui program pengabdian masyarakat ini diharapkan implementasi teknologi energi terbarukan terus berkelanjutan melalui transfer teknologi kepada kelompok masyarakat mitra.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Khan S, Azad A. K, 2014, Social Impact of Solar Home System in Rural Bangladesh, IAFOR Journal of Sustainability, Energy and the Environment, International Academic Forum, Japan.

Rumbayan, M., Sompie, S. and Nakanishi, Y., 2019. Empowering remote island communities with renewable energy : a preliminary study of Talaud Island. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 257, p.012024.

Rumbayan, M., Sompie, S., Ruindungan, D. and Panjaitan, N., 2021. Model of solar energy utilization in Bunaken Island Communities. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 739(1), p.012082.

Rumbayan, M. 2017. Introduksi Teknologi Biogas Sebagai Energi Terbarukan untuk Masyarakat Pedesaan, Ethos (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol. 6 no 1, Unisba, Bandung, Indonesia.

Rumbayan, M, Tangkuman, S dan Sompie, S, 2018, Penerapan pembangkit listrik tenaga surya skala rumah sederhana di desa lahopang kabupaten Sitaro Propinsi Sulawesi Utara, Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Unisba.

Rumbayan, M., Sompie, S dan Rumbayan, R. 2019. Program Pengembangan Desa Mitra di Kiama Kabupaten Talaud: Penerapan Teknologi Tepat Guna Penerangan Listrik Energi Terbarukan dan Rumah Tahan Gempa, Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2019, Politeknik Ujung Pandang, Indonesia. Hal. 415-420.

Rumbayan M, Sompie S dan R. Rumbayan, 2021 Program Pengembangan Desa Mitra di Kiama Kabupaten Talaud: Instalasi Pompa Air Tenaga Surya, SHARE (Journal of Service Learning), Vol. 7, No. 2, August 2021, 73-77 https://share.petra.ac.id/index.php/share/article/view/22979/20410

Rumbayan M, Sompie S dan R Rumbayan, 2021 Penerapan Teknologi Tepat Guna berbasis Energi Terbarukan di desa Kiama Kabupaten Kepulauan Talaud, Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal.stie.asia.ac.id/index.php/jpm/article/view/297/135

Rumbayan M, 2020, Diseminasi Pembelajaran Energi Terbarukan Turbin Angin Pada Masyarakat di Desa Kiama Kepulauan Talaud, Vol 3 No 3 (2020): IKRAITH-ABDIMAS VOL 3 NO 3 BULAN NOVEMBER 2020.

Published
2021-12-20
How to Cite
Rumbayan, M., Sompie, S., & Rumbayan, R. (2021). PENERAPAN TEKNOLOGI ENERGI TERBARUKAN MELALUI MODEL SCIENCE TECHNO PARK DI DESA KIAMA KEPULAUAN TALAUD. Jurnal Abdimas Indonesia, 1(4), 1-9. https://doi.org/10.53769/jai.v1i4.137