Edukasi Anti-Bullying di Sekolah Dasar: Membangun Budaya Positif di Kalangan Siswa

  • Andi Nur Isnayanti Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Tadulako, Indonesia
  • Muhammad Nazimuddin Al Kamil Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Tadulako, Indonesia
  • Muslim AR Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Tadulako, Indonesia
  • Mas’adi Mas’adi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Tadulako, Indonesia
Keywords: Edukasi Anti Bulllying, Sekolah Dasar, Budaya Positif

Abstract

Edukasi anti-bullying di Sekolah Dasar (SD) memiliki peran yang sangat penting dalam membangun budaya positif di kalangan siswa yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan positif bagi siswa. Bullying dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan perkembangan sosial anak, sehingga upaya pencegahan sejak dini sangat diperlukan. Pengabdian masyarakat dengan judul “Edukasi Anti-Bullying di Sekolah Dasar: Membangun Budaya Positif di Kalangan Siswa” dilaksanakan dilakukan dengan tujuan untuk mengedukasi siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying. Kegiatan ini akan dilaksanakan di SD Inpres 8 Mamboro, yang terletak di Jalan Trans Sulawesi No 158 Kelurahan Mamboro Barat, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu. Adapun Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa Sekolah Dasar kelas 5 dan 6, dengan jumlah total sekitar 49 siswa yang terbagi dalam 2 kelompok di SD Inpres 8 Mamboro. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tiga tahap utama, yaitu Persiapan,  tim pengabdian akan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah (guru dan kepala sekolah) untuk menentukan jadwal pelaksanaan dan materi yang akan disampaikan; Penyuluhan yang melibatkan pemaparan materi tentang jenis-jenis bullying, dampaknya, serta cara pencegahan melalui presentasi interaktif dan diskusi kelompok; dan kegiatan simulasi dan permainan edukatif yang bertujuan untuk melatih keterampilan sosial siswa dalam menghadapi bullying serta mempraktikkan nilai-nilai empati dan saling menghargai. Hasil dari PKM ini akan memberikan pemahaman kepada siswa bagaimana Pencegahan Anti-Bullying di Sekolah Dasar dengan membangun Budaya Positif di Kalangan Siswa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andryawan, A., Laurencia, C., & Putri, M. P. T. (2023). Peran Guru dalam Mencegah dan Mengatasi Terjadinya Perundungan (Bullying) di Lingkungan Sekolah. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 3(6), 2837–2850.

Dijkstra, J. K., & Gest, S. D. (2015). Peer Norm Salience for Academic Achievement, Prosocial Behavior, and Bullying: Implications for Adolescent School Experiences. Journal of Early Adolescence, 35(1), 79–96. https://doi.org/10.1177/0272431614524303

Ellis, B. J., Volk, A. A., Gonzalez, J. M., & Embry, D. D. (2016). The Meaningful Roles Intervention: An Evolutionary Approach to Reducing Bullying and Increasing Prosocial Behavior. Journal of Research on Adolescence, 26(4), 622–637. https://doi.org/10.1111/jora.12243

Lulu Rahma Aulia, Nur Kholisoh, Vadila Zikra Rahma, Deti Rostika, & Ranu Sudarmansyah. (2024). Pentingnya Pendidikan Empati Untuk Mengurangi Kasus Bullying Di Sekolah Dasar. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra Dan Budaya, 2(1), 71–79. https://doi.org/10.61132/morfologi.v2i1.291

Oktaviany, D., & Ramadan, Z. H. (2023). Analisis Dampak Bullying Terhadap Psikologi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9(3), 1245–1251. https://doi.org/10.31949/educatio.v9i3.5400

Salmivalli, C. (2010). Bullying and the peer group: A review. Aggression and Violent Behavior, 15(2), 112–120. https://doi.org/10.1016/j.avb.2009.08.007

Sentse, M., Kretschmer, T., & Salmivalli, C. (2015). The Longitudinal Interplay between Bullying, Victimization, and Social Status: Age-related and Gender Differences. Social Development, 24(3), 659–677. https://doi.org/10.1111/sode.12115

Siregar, H. D., & Lubis, M. A. (2024). Menumbuhkan Sikap Saling Menghargai Dan Menghormati Antar Sesama Pada Anak Di Yayasan Pendidikan Islam Ashabul Muhajirin Medan. Jurnal Sains Student Research, 2(1), 158–163.

Swearer, S. M., Espelage, D. L., Vaillancourt, T., & Hymel, S. (2010). What can be done about school bullying? linking research to educational practice. Educational Researcher, 39(1), 38–47. https://doi.org/10.3102/0013189X09357622

Volk, A. A., Veenstra, R., & Espelage, D. L. (2017). So you want to study bullying? Recommendations to enhance the validity, transparency, and compatibility of bullying research. Aggression and Violent Behavior, 36, 34–43. https://doi.org/10.1016/j.avb.2017.07.003

Wiertsema, M., Vrijen, C., van der Ploeg, R., Sentse, M., & Kretschmer, T. (2023). Bullying perpetration and social status in the peer group: A meta-analysis. Journal of Adolescence, 95(1), 34–55. https://doi.org/10.1002/jad.12109

Published
2024-12-19
How to Cite
Isnayanti, A. N., Kamil, M. N. A., AR, M., & Mas’adi, M. (2024). Edukasi Anti-Bullying di Sekolah Dasar: Membangun Budaya Positif di Kalangan Siswa. Jurnal Abdimas Indonesia, 4(4), 1668-1675. https://doi.org/10.53769/jai.v4i4.1203