Kekerasan Simbolik dan Ambivalensi Ideologi Gender dalam Novel Azab dan Sengsara Karya Merari Siregar: Kajian Dominasi Maskulin Pierre Bourdieu

  • Diajeng Sinta Pamela Jana Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Jambi, Indonesia
  • Yundi Fitrah Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Jambi, Indonesia
  • Liza Septa Wilyanti Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Jambi, Indonesia
Keywords: symbolic violence, masculine domination, Pierre Bourdieu, Azab dan Sengsara, forced marriage

Abstract

Novel Azab dan Sengsara (1920) karya Merari Siregar lazim dibaca sebagai kritik terhadap kawin paksa. Cara kritik itu bekerja berdampingan dengan pandangan gender yang konservatif, dan hal ini belum banyak dibedah dengan perangkat sosiologi Pierre Bourdieu. Penelitian ini bertujuan menguraikan bentuk kekerasan simbolik terhadap tokoh perempuan, menjelaskan cara tokoh perempuan ikut menjalankannya, dan memperlihatkan ambivalensi ideologi gender dalam novel. Data berupa kutipan narasi, dialog, dan monolog batin dari novel edisi Balai Pustaka cetakan ke-30 (2011). Data dikumpulkan dengan teknik baca-catat dan dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui pembacaan cermat dengan konsep doksa, habitus, kekerasan simbolik, dan dominasi maskulin. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan. Pertama, rasa malu dan kepantasan bertindak sebagai doksa yang membuat kawin paksa tampak wajar, bahkan tanpa paksaan terang-terangan. Kedua, habitus tokoh perempuan, terutama Nuria dan Mariamin, tersusun dari kesabaran dan penyerahan diri sehingga mereka turut menjalankan dominasi atas dirinya sendiri. Ketiga, boli, ramalan dukun, dan ungkapan “Engkau kubeli” memperlihatkan perempuan diperlakukan sebagai objek pertukaran antarlaki-laki. Keempat, narator mengecam kawin paksa sekaligus memuliakan perempuan yang sabar dan saleh, sehingga kritiknya berhenti pada cara perkawinan diatur dan tidak menyentuh hierarki gender yang menopangnya. Temuan ini melengkapi kajian feminis terdahulu atas novel yang sama dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan apresiasi sastra yang berperspektif gender.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adek, M., Pangesti, N. R., Dewi, S. M., & Putra, I. F. (2024). Guerrilla resistance: Sitti Nurbaya and Balai Pustaka’s censorship. BAHASTRA, 44(1), 62–78. https://doi.org/10.26555/bs.v44i1.591

Adriani, M., Nensilianti, N., & Hajrah, H. (2025). Dominasi maskulin dalam novel La Barka karya Nh. Dini: Perspektif Pierre Bourdieu. Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.59562/wl.v5i1.68534

Arimbi, D. A. (2014). Finding feminist literary reading: Portrayal of women in the 1920s Indonesian literary writings. Atavisme: Jurnal Ilmiah Kajian Sastra, 17(2), 148–162.

Asia, M., Ridwan, R., & Vanesa, V. (2025). Otoriter budaya patriarki dalam novel Azab dan Sengsara karya Merari Siregar: Feminisme eksistensialitas. Prosodi: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 19(1). https://doi.org/10.21107/prosodi.v19i1.25465

Bourdieu, P. (1977). Outline of a theory of practice (R. Nice, Trans.). Cambridge University Press.

Bourdieu, P. (1989). Social space and symbolic power. Sociological Theory, 7(1), 14–25.

Bourdieu, P. (1990). The logic of practice (R. Nice, Trans.). Stanford University Press.

Bourdieu, P. (1991). Language and symbolic power (J. B. Thompson, Ed.; G. Raymond & M. Adamson, Trans.). Harvard University Press.

Bourdieu, P. (2001). Masculine domination (R. Nice, Trans.). Stanford University Press.

Bourdieu, P., & Wacquant, L. J. D. (1992). An invitation to reflexive sociology. University of Chicago Press.

Gani, E., & Marizal, Y. (2023). Ketidakadilan gender novel Azab dan Sengsara karya Merari Siregar dan novel Cantik itu Luka karya Eka Kurniawan. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6(2), 527–538. https://doi.org/10.30872/diglosia.v6i2.649

Hafsah, S. (2017). Woman’s suppression in Azab dan Sengsara: A feminist perspective. Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature, 4(1), 37–51. https://doi.org/10.30605/ethicallingua.v4i1.347

Krais, B. (1993). Gender and symbolic violence: Female oppression in the light of Pierre Bourdieu’s theory of social practice. In C. Calhoun, E. LiPuma, & M. Postone (Eds.), Bourdieu: Critical perspectives (pp. 156–177). University of Chicago Press.

McNay, L. (1999). Gender, habitus and the field: Pierre Bourdieu and the limits of reflexivity. Theory, Culture & Society, 16(1), 95–117.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moi, T. (1991). Appropriating Bourdieu: Feminist theory and Pierre Bourdieu’s sociology of culture. New Literary History, 22(4), 1017–1049.

Putri, C. A. (2020). Symbolic violence among characters in selected Eka Kurniawan’s works. Indonesian Journal of English Language Studies (IJELS), 6(1), 35–48. https://doi.org/10.24071/ijels.v6i1.2694

Setiawati, E., Herdiyanti, & Harahap, F. R. (2022). Analisis kekerasan simbolik dalam novel Kim Ji-yeong lahir tahun 1982. SASKARA: Indonesian Journal of Society Studies, 2(1), 88–110. https://doi.org/10.21009/Saskara.021.05

Siregar, M. (2011). Azab dan sengsara: Kisah kehidupan seorang anak gadis (Cet. 30). Balai Pustaka. (Karya asli diterbitkan 1920)

Sugihastuti, & Suharto. (2005). Kritik sastra feminis: Teori dan aplikasinya. Pustaka Pelajar.

Teeuw, A. (1980). Sastra baru Indonesia I. Nusa Indah.

Ulfah S., N., Juanda, J., & Faisal, F. (2023). Symbolic violence of the “wife” character in the short stories “Wadon” and “Kado Pernikahan Sesungguhnya” (Pierre Bourdieu’s theory of masculine domination). SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities, 3(2). https://doi.org/10.26858/societies.v3i2.59084

Wahyuni, S., Supratno, H., & Kamidjan. (2019). Kekerasan simbolik dalam novel Indonesia. Retorika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 12(2), 128–140. https://doi.org/10.26858/retorika.v12i2.8833

Published
2026-10-31
How to Cite
Jana, D. S. P., Fitrah, Y., & Wilyanti, L. S. (2026). Kekerasan Simbolik dan Ambivalensi Ideologi Gender dalam Novel Azab dan Sengsara Karya Merari Siregar: Kajian Dominasi Maskulin Pierre Bourdieu. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(4), 4815-4823. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i4.4526
Section
Articles