Struktur Wacana dan Pola Naratif dalam Karang Mindu: Analisis Teks Sastra Tulis Beraksara Incung Kerinci

  • Ahmad Haris Universitas Jambi, Indonesia
  • Nazurty Nazurty Universitas Jambi, Indonesia
  • Liza Septa Wilyanti Universitas Jambi, Indonesia
Keywords: struktur wacana, pola naratif, Karang Mindu, aksara Incung, sastra ratap tangis Kerinci

Abstract

Karang Mindu merupakan sastra ratapan tradisional masyarakat Kerinci yang ditulis dalam aksara Incung setempat pada bilah bambu. Berbeda dengan naskah tembo yang bersifat historiografis, Karang Mindu merekam kesedihan pribadi penulisnya atas cinta yang tak terbalas atau nasib yang malang, yang diungkapkan melalui bahasa kias Melayu-Kerinci. Meskipun beberapa penelitian telah mentransliterasi teks-teks Karang Mindu dan menafsirkan maknanya, belum ada yang secara sistematis mengkaji bagaimana ratapan tersebut disusun secara wacana atau bagaimana alur naratifnya terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur wacana dan pola naratif Karang Mindu dengan menganalisis dua teks yang telah ditransliterasi sebelumnya: naskah koleksi Bachtiar Anif Siulak dan naskah TK. 182 dari Mendapo Kemantan. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan desain penelitian kepustakaan, kedua teks tersebut dikaji melalui kerangka superstruktur wacana Van Dijk, yang membagi teks menjadi bagian pembuka, isi, dan penutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua naskah memiliki struktur skematik tiga bagian yang konsisten: pembuka berupa rumus bismillah disertai identifikasi diri penulis, isi yang mengungkapkan keluh kesah atas nasib yang tak terpenuhi—baik dalam hal percintaan maupun kesulitan ekonomi selama merantau—dan penutup yang menawarkan harapan, kepasrahan, atau pantun yang ditujukan kepada kekasih. Secara naratif, teks-teks tersebut mengikuti pola orientasi-komplikasi-resolusi yang khas bagi sastra ratapan konfesional, sejalan dengan tradisi andung masyarakat Batak Mandailing dan tradisi bandung masyarakat Lampung. Temuan ini menempatkan Karang Mindu sebagai genre tersendiri dalam sastra ratapan Melayu dengan konvensi tekstual yang mapan, meskipun keberlangsungan pewarisannya kini terancam punah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alimin, A. (2003). Sastra Incung Kerinci. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci.

Baried, S. B., Sutrisno, S., Fanani, Z., & Ikram, A. (1985). Pengantar teori filologi. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Devi, M. S., & Hasanuddin, H. W. (2019). Struktur dan fungsi sosial cerita rakyat legenda Inyiak Susu Sabalah di Kanagarian Koto Gadang Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. Jurnal Bahasa dan Sastra, 6(3), 1–8. https://doi.org/10.24036/81037320

Kanzunnudin, M. (2021). Nilai sosial dalam cerita lisan “Mbah Suto Bodo” di Kabupaten Pati. Indonesian Language Education and Literature, 7(1), 152–166. https://doi.org/10.24235/ileal.v7i1.9033

Kozok, U. (2006). Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah: Naskah Melayu yang tertua. Yayasan Naskah Nusantara & Yayasan Obor Indonesia.

Manalu, D. Y. H. (2018). Makna lirik nyanyian Andung dalam upacara kematian Sarimatua pada masyarakat Batak Toba di Samosir. Selonding, 14(14), 2030–2044. https://doi.org/10.24821/selonding.v14i14.3130

Mulyadi, S. W. R. (1994). Kodikologi Melayu di Indonesia. Lembaga Penelitian Universitas Indonesia.

Silaswati, D. (2019). Analisis wacana kritis dalam pengkajian wacana. Metamorfosis: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya, 12(1), 1–10. https://doi.org/10.55222/metamorfosis.v12i1.124

Sunliensyar, H. H. (2017). Idu tawa lam jampi: Mantra-mantra dalam naskah surat incung [Makalah]. Seminar Internasional Pernaskahan Nusantara, Surakarta.

Syaputra, D. (2020). Naskah Karang Mindu Kerinci (kesusastraan ratap tangis bertulis incung). Walasuji, 11(2), 303–313.

Van Dijk, T. A. (1980). Macrostructures: An interdisciplinary study of global structures in discourse, interaction, and cognition. Lawrence Erlbaum Associates.

Wahda, F., Haslinda, H., & Adiwijaya, S. (2025). Representasi nilai kearifan lokal adat Dongi-Dongi Lantang Kada’ Nenek: Sastra lisan masyarakat Kecamatan Mambi kajian naratif Gerard Genette. Jurnal Cakrawala Indonesia, 10(2), 304–316. https://doi.org/10.55678/jci.v10i2.2374

Zakaria, I. (1983). Tambo Sakti Alam Kerinci. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Published
2026-10-16
How to Cite
Haris, A., Nazurty, N., & Wilyanti, L. S. (2026). Struktur Wacana dan Pola Naratif dalam Karang Mindu: Analisis Teks Sastra Tulis Beraksara Incung Kerinci . DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(4), 4624-4629. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i4.4418
Section
Articles